Apa itu Single Page Application (SPA)

Taufik Nurhidayat

Taufik Nurhidayat

Updated

3 min
Apa itu Single Page Application (SPA)
Landing page icons created by Freepik - Flaticon
On This Page

    Single Page Application atau disingkat SPA adalah jenis aplikasi web yang memuat satu halaman HTML dan memperbarui halaman tersebut secara dinamis saat pengguna melakukan interaksi. Artinya bukan browser yang memuat halaman baru dari server saat interaksi, tetapi kode JavaScript yang dijalankan pada halaman tersebut lah yang memperbarui halaman secara dinamis.

    Single page application semakin populer karena memberikan pengalaman pengguna yang halus, cepat serta responsive. Karena halaman tidak perlu dimuat ulang dari server setiap kali pengguna melakukan interaksi, SPA terasa seperti aplikasi desktop atau aplikasi asli mobile daripada aplikasi web tradisional.

    Gimana Cara Kerja Single Page Application?

    Biasanya proses dari single page application bekerja seperti berikut.

    1. Pengguna melakukan navigasi URL aplikasi pada web browser.

    2. Server mengirimkan halaman awal berupa HTML ke browser.

    3. Browser memuat kode JavaScript untuk aplikasi, biasanya merupakan framework front-end seperti React atau Angular.

    4. Kode JavaScript menginisialisasi aplikasi dan menampilkan tampilan awal dari aplikasi.

    Saat pengguna melakukan interaksi, seperti mengklik tombol atau memasukkan data, kode JavaScript akan memperbarui halaman secara dinamis tanpa perlu memuat ulang halaman dari server.

    Supaya single page application dapat bekerja, aplikasi harus menggunakan framework front-end yang dapat mengelola keadaan aplikasi dan memperbarui halaman secara dinamis. Contoh framework front-end populer untuk mengembangkan web SPA diantaranya React, Angular, Vue.js dan Svelte.

    Keuntungan Menggunakan Single Page Application

    Berikut adalah keuntungan dari menggunakan SPA pada sebuah web.

    • Kinerja yang lebih baik: Karena halaman tidak perlu dimuat ulang dari server setiap kali pengguna melakukan tindakan atau interaksi, SPA dapat lebih cepat dan lebih responsif daripada aplikasi web tradisional.

    • User experience yang lebih baik: Karena SPA mirip dengan aplikasi desktop atau mobile asli, ini bisa memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus dan intuitif.

    • Mudah dibangun dan dipelihara: Karena SPA menggunakan satu halaman HTML, sehingga relatif mudah saat pengembangan juga dipelihara dibandingkan dengan aplikasi web tradisional, yang seringkali memiliki logika server-side yang kompleks dan banyak halaman.

    Kekurangan Single Page Application

    Meskipun banyak keuntungan dari menggunakan SPA, namun tetap saja ada kekurangan yang perlu untuk dipertimbangkan:

    • Dukungan browser yang terbatas: Tidak semua browser mendukung fitur JavaScript terbaru yang dibutuhkan untuk membangun SPA modern. Artinya beberapa pengguna mungkin tidak dapat menggunakan aplikasi kamu jika mereka menggunakan browser yang sudah ketinggalan zaman atau bukan standar.

    • Masalah keamanan: Karena single page application pada dasarnya adalah aplikasi JavaScript yang berjalan di browser pengguna, sangat potensial rentan terhadap ancaman keamanan seperti serangan cross-site scripting (XSS).

    • User experience yang buruk tanpa JavaScript: Jika pengguna menonaktifkan JavaScript di browser mereka, aplikasi halaman tunggal tidak akan bekerja, yang dapat menyebabkan pengalaman pengguna yang buruk.

    • Debugging bisa menjadi sulit: Debugging single page application dapat lebih menantang dibandingkan debugging aplikasi web tradisional karena aplikasi tersebut berjalan di browser pengguna bukan pada server.

    • SEO yang buruk: Masih menjadi perdebatan apakah SPA kurang ramah untuk SEO. Meski Googlebot dapat merayapi web yang menggunakan arsitektur SPA, tetapi berbeda dengan search engine lainya yang tidak mampu mengeksekusi JavaScript saat merayapi halaman. Selain itu bot harus berusaha lebih keras untuk sepenuhnya merayapi halaman, karena harus mengeksekusi JavaScript terlebih dahulu.

    Kesimpulan

    Single page application memiliki banyak keuntungan, termasuk kinerja dan user experience yang lebih baik serta kemudahan dalam pengembangan dan pemeliharaan. Namun, ada juga beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan, seperti dukungan browser yang terbatas, masalah keamanan, dan kesulitan debugging.

    Secara keseluruhan, apakah single page application harus digunakan untuk sebuah proyek atau tidak akan tergantung pada kebutuhan dan persyaratan spesifik kamu. Meskipun SPA dapat menjadi pilihan yang sangat baik untuk beberapa proyek, namun bisa saja bukan pilihan terbaik untuk yang lain.