Logo Linux: Sejarah Penguin "Tux" si Maskot Linux

Jika kamu bertanya-tanya mengenai logo linux yang tidak pernah berubah, maka saya membahasnya pada artikel ini,

Taufik Nurhidayat

Taufik Nurhidayat

Updated

4 min
Logo Linux: Sejarah Penguin "Tux" si Maskot Linux
Logo linux dengan versi 3 dimensi.
On This Page

    Tahukah anda Linux memiliki logo yang tidak pernah berubah sejak pertama kali diciptakan. Meskipun ada beberapa versi yang dibuat namun, logo pertama masih terus dipakai sampai sekarang. Meski Linux banyak digunakan contohnya Android, tapi belum tentu orang mengenalnya.

    Sekilas Mengenai Linux

    Linux sendiri merupakan sistem operasi yang diciptakan oleh Linus Torvalds pada awal tahun 1990-an, diciptakan mirip sistem operasi Unix namun dengan kode yang berbeda. OS Linux merupakan software Open Source yang selalu menjadi perbincangan hangat bagi para geek komputer, terutama para pecinta Free Open Source Software.

    Sejarah Logo Linux

    Kompetisi

    Pada awalnya komunitas open source mengusulkan ide membuat logo untuk linux, seiring dengan popularitas teknologi tersebut.

    Dengan berbagai ide yang berbeda, ada yang mengusulkan logo parodi dari sistem operasi lain, hewan hiu, elang, miang bahkan merak. Namun Torvalds menyatakan bahwa ia lebih menyukai penguin, karena menggambarkan kesenangan dan kurang suka dengan logo abstrak yang menggambarkan perusahaan.

    Lalu kompetisi diadakan sebanyak tiga kali untuk memilih logo linux mana yang terbaik.

    Ketika Linus Torvalds berkunjung ke kebun binatang nasional di Australia bersama komunitas Open Source, ia dikejar-kejar oleh Penguin kecil yang lucu sampai dia digigit. Lalu Linus bercanda bahwa dia merasakan banyak cinta terhadap penguin.

    Terinspirasi dari sebuah patung penguin yang ditemukan pada situs FTP menjadi konsep awal logo linux, patung tersebut mirip dengan karakter Creature Comforts karya Nick Parks. Jika kamu penasaran dengan gambarnya silahkan buka Wikipedia Tux.

    Torvalds mencari sesuatu yang simpatik dan menyenangkan, maka ia merasa seekor penguin yang duduk setelah kekenyangan, terasa cocok dengan pikirannya.

    Penciptaan Logo Linux

    Logo yang sering kita lihat sebagai identitas Linux dibuat oleh Larry Ewing menggunakan GIMP versi pertamakali dirilis ke publik. Fakta unik dari logo penguin adalah tidak pernah menang sekalipun dalam kontes yang diadakan. Namun logo tersebut dipakai secara tidak resmi, hingga akhirnya logo tersebut menjadi resmi sebagai identitas Linux.

    Logo tersebut juga mendapatkan inspirasi dari karya orang lain termasuk Alan Cox yang mengusulkan pertama kali untuk hewan penguin.

    Izin untuk menggunakan dan/atau memodifikasi gambar ini diberikan asalkan Anda mengakui saya lewing@isc.tamu.edu dan GIMP jika seseorang bertanya.

    Pemberian Nama

    Logo Linux diberi nama oleh James Hughes, yaitu TUX yang berarti Torvalds Unix. Namun beberapa orang mengartikan Tux sebagai kepanjangan dari kata Tuxedo, karena penguin tersebut terlihat memakai Tuxedo.

    Jika kamu membuka Wikipedia tentang Tux, pada bagian judul telah disebutkan bahwa Tux adalah maskot. Sang maskot Tux sering dipakai di berbagai software open source yang berhubungan dengan Linux, contohnya Slackware, TuxGuitar dan TuxPaint.

    Larry Ewing melisensi kan logo penguin tersebut secara open source yang berarti siapapun dapat menggunakan dan/atau memodifikasinya.

    Logo Baru Linux

    Pertanyaan ini terlintas dipikiran saya, apakah Linux punya logo yang baru? Kenapa setiap kali saya browsing tentang Linux, yang muncul selalu logo penguin dengan senyuman yang agak aneh. Jawabannya Linux tidak pernah mempunyai logo baru, berbeda dengan sistem operasi lainya yang selalu memperbarui logo dan menyesuaikan tren desain.

    Bukan sepenuhnya Linux tidak mempunyai logo baru, ada beberapa versi penguin yang terlihat berbeda. Namun logo pertama tetap dipakai sampai sekarang, dan menjadi identitas dari Linux.

    Saya menemukan seseorang bertanya di sebuah forum besar dengan pertanyaan “Kenapa Linux tidak Membuat Logo yang Serius?”.

    Hampir kebanyakan orang mengatakan itu karena Linux tidak membutuhkan logo, cukup dengan Tux sebagai maskot. Linux juga bukan sebuah perusahaan, jadi tidak perlu untuk melakukan branding.

    Jawaban tersebut dapat saya terima, selain itu Tux juga sangat bermakna bagi setiap orang yang mengenal Linux.

    Akhir Kata

    Jika kamu mengenalkan logo Linux kepada orang awam dan mengatakan bahwa logo tesebut merupakan sistem operasi, mungkin mereka akan berpikir bahwa teknologi ini jadul. Namun nyatanya linux adalah salah satu teknologi canggih, bahkan banyak digunakan sebagai server.

    Linux bukanlah teknologi yang bisa dikenali masyarakat banyak, tetapi linux memiliki pangsa pasar tersendiri.